Tuesday, February 27, 2018

Masa Depan Hanya Ilusi

Masa Depan Hanya Ilusi - Kita sering berpikir bahwa hidup ini berat dan rumit. Banyak pertimbangan untuk mengambil suatu langkah. Semua langkah dan keputusan berakibat sesuai jalan tempuh. Sehebat apapun jika status kita "manusia", tak akan luput dari rintangan. Entah itu kecil maupun besar siap menghadang.

Segala kegaduhan dalam pikiran kita tentang kehidupan. Kita selalu mencari jalan tercepat dalam masalah yang kita hadapi. Atau dalam bahasa lain kita mencari "kejernihan" untuk mencapai "ketenangan". Walaupun tak selamanya jalan yang kita ambil membuat kita lebih baik dari sebelumnya.
Sumber Foto ://www.pxhere.com
Mungkinkah masa depan hanya ilusi? Mungkin iya mungkin tidak. Karna memang semua yang akan datang masih abu-abu.

Analisis dalam suatu masalah akan memberikan jalan bagaimana kita menghadapinya. Namun yang dinamakan analisis baru pemetaan masalah dan teori untuk menghadapi masalah tersebut. Untuk hasil manusia tidak bisa memastikan hal tersebut.

Kita tidak tau besok akan seperti apa dan sudah mengalami hari kemaren. Masa depan atau esok hari hanya bisa diprediksi tanpa ada fakta sebelum semua terjadi. Esensi ilusi kehidupan terjadi pada masa mendatang yang belum kita ketahui dan masa lampau yang tidak kita ketahui. Dalam masa lampau yang tidak kita ketahui hanya ada bayangan dalam pikiran kita. Mungkin dulu seperti ini, mungkin seperti itu, dan semua serba mungkin karna kita tak mengalaminya.

Ketika awan berkumpul menjadi gumpalan gelap diiringi oleh gemuruh dan kilatan-kilatan petir yang menyambar. Kita selalu berkata "mungkin hujan akan turun" namun kita tak bisa memastikan apakah akan turun hujan atau hanya mendung. 

Kita terjebak dalam ilusi pemahaman ada yang tiada, ataupun ketiadaan yang ada. Kita selalu berandai-andai akan masa depan. Walaupun kenyataan tak semanis itu. 

Mungkinkah kita bisa memastikan masa depan kita? Jika yang akan terjadi satu dua jam kedepan kita masih mengandalkan kata "mungkin"?. 

Bisa ataupun tidak bisa itu bukanlah hal terpenting. Yang terpenting bagaimana kita mengevaluasi yang telah berlalu. Menjalani yang sekarang. Dan bersiap sebaik mungkin untuk yang akan datang. 


EmoticonEmoticon