Sunday, February 18, 2018

Ruang Waktu

Ruang Waktu - Ruang waktu merupakan dimensi yang telah melekat pada alam semesta ketika awal penciptaan hingga saat ini. Hal yang tak dapat dipisahkan karna telah menjadi satu kesatuan, atau dalam bahasa jawa disebut "manunggal". Ruang terus berkembang dan waktu terus berjalan. Kisah pewayangan menggambarkan dimensi ruang sebagai "Batari Durga". Dimensi waktu ialah "Batara Kala". Merek bisa menjadi suami-istri, orang tua dan anak, bisa menjadi dua hal yang menyatu ataupun dua hal yang berdampingan.

Manusia sebagai makhluk yang terdiri dari jasad dan ruh, pada saat menjalani kehidupan berdampingan dengan ruang waktu. Ruang sebagai tempat berproses mencari eksistensi diri sebagai manifesitasi dan pemahaman tentang waktu. Sedangkan waktu adalah yang tak terbatas dan terus berjalan. Didalamnya terdapat manusia yang sedang berproses mendialogkan kesadaran diri dan berada pada ruang dimana manusia tersebut ada.

Ruang waktu adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karna dua hal tersebut merupakan satu-satunya alat untuk kita dapat memahami sebab akibat, ataupun situasi kondisi. Ruang mempunyai tiga unsur yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Waktu memiliki penggambaran yaitu detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, fajar, siang, senja, malam. 
Sumber Foto : https://www.pxhere.com
Kita dapat berbagi waktu namun tidak dapat berbagi ruang. Dengan orang lain kita bisa menjalani waktu yang sama, tetapi kita tidak dapat menjalani ruang yang sama, walaupun kita dengan orang lain bersebelahan, tetapi kita dan orang tersebut mempunyai ruang masing-masing dan berjalan dalam waktu yang bersamaan.

Setiap interaksi yang terjadi pada sesama manusia ataupun penciptaan lain selalu berada pada suatu ruang, tanpa kita sadari waktu selalu mendampinginya. Waktu tak perlu persetujuan makhluk untuk ia berjalan. Entah kita setuju ataupun tidak, waktu terus berjalan untuk menghabiskan masa eksistensi kita di dunia.

Manusia sebagai salah satu makhluk yang takut akan kehabisan waktu. Tanpa disadari kita membuang banyak waktu dengan ketakutan tersebut. Banyak yang takut akan hari esok seperti apa, hingga ia tak menyadari bahwa hari ini membutuhkan tindakan untuk persiapan hari esok. Banyak yang selalu terbayang kenangan masa lalu, hingga kita tak menyadari bahwa kita punya hari esok yang perlu dipersiapkan.

Apakah waktu terus berjalan maju atau bisa saja mundur? Jika kondisi kita sekarang lebih buruk dari kemaren apakah itu bisa disebut mundurnya waktu? Jawabannya tidak.

Waktu terus berjalan maju. Jika hari ini hidup kita lebih buruk dari hari kemaren itu bukan waktu yang mundur, tetapi kondisi kehidupan kita yang sedang menurun. Karna kita selalu mempunyai hari kemaren dan kita menunggu datangnya hari esok.

Apakah kita dapat membangun atau menghancurkan ruang dan waktu? Jawabannya hanya ruang. 

Kita dapat membangun suatu rumah ataupun menghancurkan isi dari dunia ini. Tetapi kita tak dapat menghancurkan, untuk menghentikan waktu sejenak saja kita tidak mampu. Walaupun dunia ini telah kiamat ataupun hancur, waktu akan terus berjalan pada dimensi-dimensi yang lain.

Bagaimana dengan kata-kata "semua yang diciptakanNya akan kembali padaNya". Apakah itu mundur? Jawabannya tidak.

Karna substansi dari kata "kembali" pada kalimat tersebut bukan mundur. Tetapi kita kembali pada suatu ruang yang dulu pernah kita singgahi.

Lalu bagaimana kita harus memanfaatkan waktu? Intinya berproseslah.

Tuhan tak menuntut makhluk yang diciptakan menjadi sempurna. Tuhan hanya menuntut kita untuk berproses menjadi lebih baik. Dan ingat satu hal, jangan pernah beranggapan "time is money". Karna waktu jauh lebih berharga daripada itu.


Untuk Baca Artikel Lain Klik Disini


EmoticonEmoticon